Saat Indonesia dikuasai Oleh Hindia Belanda, ternyata pulau-pulau di
wilayah Kelurahan Pulau Untung Jawa sudah dikuasai oleh orang-orang pribumi
yang berasal dari daratan Pulau Jawa. Sejak tahun 1920-an, wilayah ini dipimpin
oleh seseorang yang biasa dipanggil dengan sebutan 'Bek' (Lurah-red) Fi'i dan
Bek Kasim, yang berdomisili di Pulau
Kherkof dan memimpin beberapa pulau.
Penguasaan Belanda menjadikan nama-nama pulau yang ada dikepulauan seribu sekarang yang kita kenal berbau Belanda, kemudian pasca kemerdekaan Republik Indonesia, nama nama tersebut telah diubah. beberapa nama pulau yang diganti Namanya adalah sebagai berikut:
- Pulau Amiterdam menjadi Pulau
Untung Jawa.
- Pulau Middbur menjadi Pulau Rambut (suaka margasatwa)
- Pulau Rotterdam menjadi Pulau Ubi Besar.
- Pulau Sehiedam menjadi Pulau Ubi Kecil.
- Pulau Purmerend menjadi Pulau Sakit kemudian diubah kembali menjadi Pulau Bidadari.
- Pulau Kherkof menjadi Pulau Kelor.
- Pulau Kuiper menjadi Pulau Cipir/Khayangan.
- Pulau Onrust menjadi Pulau Kapal/Pulau Sibuk
Gambar Peta Kepulauan Seribu
Sumber: https://travel.tempo.com
Imigrasi
Karena kondisi daratan pulau yang abrasi (terkikis oleh air laut) sekitar tahun 1930-an, Bek Marah (nama Lurah tersebut) menganjurkan rakyatnya yang tinggal di Pulau Kherkof (Pulau Kelor) untuk pindah ke Pulau Amiterdam (Untung Jawa). Perjalanan dengan kapal layar sampai di Pulau Amiterdam, dan penduduk asli pulau menerima dengan tangan terbuka. Nama asli penduduk Amiterdam tersebut antara lain Cule, Kemple, Derahman, Derahim, Selihun, Sa'adi, Saemin, mereka menganjurkan agar segera memilih lahan untuk langsung 'digarap'. Akhirnya Pulau Amiterdam berganti nama menjadi "Pulau Untung Jawa" yang berarti keberuntungan bagi orang orang dari daratan Pulau Jawa saat itu. Berakhirnya nama Amiterdam dan berakhir pula kepemimpinan Bek Marah yang kemudian digantikan oleh Bek Midih dengan masa jabatan selama kurang lebih 10 tahun, lalu dilanjutkan kembali oleh Bek Markasan kemudian Bek Saenan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar